BANYUWANGI ( Humas )– Kelompok Kerja Pengawas Madrasah
(Pokjawas) Kabupaten Banyuwangi resmi memulai babak baru perjuangan mereka.
Pengurus Pokjawas Madrasah Masa Bhakti 2026–2030 resmi dikukuhkan pada Kamis
(23/7/2026). Prosesi khidmat ini dirangkai langsung dengan Rapat Kerja (Raker)
perdana di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi.
Acara penting ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kemenag
Kabupaten Banyuwangi. Tampak hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi,
Kasubag TU, dan Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma). Momentum ini semakin
istimewa dengan kehadiran langsung Ketua Pokjawas Provinsi Jawa Timur, seluruh
pengawas madrasah, serta para ketua kelompok kerja kepala madrasah, mulai dari
KKMRA 01–10, KKMI 01–17, KKMTs 01–10, hingga KKMA 01–06.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr.
Chaironi Hidayat, M.M., memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya
kepengurusan baru ini. Beliau menegaskan bahwa pengawas memiliki peran vital
sebagai kompas mutu pendidikan di madrasah.
"Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan
awal tanggung jawab besar. Sinergi antara pengawas dan seluruh elemen KKM
adalah kunci utama. Kita harus bergerak bersama demi mendongkrak mutu serta
daya saing pendidikan madrasah di Bumi Blambangan agar semakin
kompetitif," ujar Dr. Chaironi Hidayat dalam arahannya, Kamis (23/7).
Harapan besar juga datang dari unsur kepala madrasah
Tsanawiyah Negeri 7 Banyuwangi yang hadir. Sri Endah Zulakahtul Kharimah,
selaku KKMTs 10, menyampaikan optimisme tingginya terhadap kepengurusan
Pokjawas yang baru dikukuhkan ini. Ia berharap ada pola pembinaan yang jauh
lebih intensif ke depan.
"Kami berharap pengurus Pokjawas periode 2026-2030 ini
dapat melahirkan program pengawasan yang lebih adaptif dan solutif. Semoga
komunikasi dan pendampingan ke madrasah-madrasah, khususnya di lingkungan
KKMTs, semakin erat demi mempercepat peningkatan mutu pembelajaran,"
ungkap Sri Endah di sela-sela acara.
Usai prosesi pengukuhan, pengurus baru langsung tancap gas
menggelar Rapat Kerja (Raker). Kehadiran Ketua Pokjawas Jawa Timur menjadi
motor penggerak dan motivasi tambahan bagi pengurus dalam menyusun program
kerja empat tahun ke depan. Raker perdana ini difokuskan pada perumusan program
strategis yang adaptif, penguatan digitalisasi madrasah, serta peningkatan
kompetensi guru secara berkelanjutan.
Melalui nakhoda baru ini, Pokjawas Madrasah Banyuwangi
berkomitmen melahirkan inovasi pengawasan yang mampu menjawab tantangan zaman
demi mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.( Jurnalis )
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan